
Setelah penyerahan kedaulatan Negara Republik Indonesia, sesuai perkembangan dan pertumbuhan organisasi TNI, menjalang 5 Oktober 1945 di bentuklah organisasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian Letjen Oerip Soemoharjo memerintahkan K.G.P.H. Poerbonegoro, untuk mendirikan komando TKR di Surakarta, sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut, K.G.P.H. Poerbonegoro pada tanggal 17 Oktober 1945 mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh perjuangan di seluruh Surakarta, tempat di rumah (dalem) Purbanegaran, hasil dari pertemuan tersebut adalah dibentuknya Resimen 26 yang di pimpin oleh Letkol Soeadi Soeromiharjo dengan 4 Batalyon di bawahnya.
Pada saat pendudukan tentara Belanda timbul suatu pertempuran hebat di Semarang, sehingga diperlukan penyiapan kekuatan yang berada di garis belakang, guna mendukung pertempuran tersebut. pada saat itu Divisi Istimewa TKR yang sudah terbentuk dirubah menjadi Divisi X TKR.
Tanggal 24 Januari 1946 Divisi X TKR dirubah menjadi Divisi IV/Panembahan Senopati, dengan 4 Resimen. salah satunya, Resimen 26 yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeadi Soeromiharjo, tanggal 4 Mei 1946 Resimen 26 dirubah menjadi Brigade V Divisi II, kemudian dalam perkembangannya diubah menjadi Brigade Panembahan Senopati/Divisi Diponegoro yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Slamet Riyadi. tanggal 20 Februari 1952 Brigif Panembahan Senopati berubah menjadi Resimen Infanteri 15 (Menif 15) Subter XV/Divisi Diponegoro meliputi urusan tempur dan teritorial di Karsidenan Surakarta, yang terdiri dari Yonif 444, Yonif 445, Yonif 446 dan Yonif 447 berkedudukan di Jl. Mayor Sunaryo No. 1 Solo.

Sebagai realisasi penetapan Keputusan Kasad Nomor 5 tanggal 5 Agustus 1958 dan surat Keputusan Pangdam VII/Dip Nomor KPTS/258/9/1961, Resimen Infanteri 15 di Likuidasi menjadi Korem 072/Pamungkas dan Brigif 6/Tri Shakti Balajaya pada tanggal 25 Oktober 1961, dan dilaksanakan serah terima jabatan dari Danmenif 15 kepada Danbrigif 6/Tri Shakti Balajaya untuk satuan tempur dan Korem 072/Pamungkas sebagai satuan territorial yang diperingati menjadi hari lahir satuan.
Berdasarkan Skep Pangdam VII/Diponegoro Nomor Skep/58/10/1964 tanggal 10 Oktober 1964 tentang likuidasi Brigif 6 membawahi 3 Batalyon Infanteri yaitu :
a. Batalyon Infanteri 444 menjadi Batalyon K
b. Batalyon Infanteri 445 menjadi Batalyon L
c. Batalyon Infanteri 446 menjadi Batalyon M
Berdasarkan Keputusan Pangdam VII/Diponegoro Nomor Kep/8/2/1966 tanggal 7 Februari 1966, selanjutnya Batalyon tersebut diubah kembali menjadi :
a. Batalyon Infanteri K menjadi Batalyon Infanteri 411
b. Batalyon Infanteri L menjadi Batalyon Infanteri 412
c. Batalyon Infanteri M menjadi Batalyon Infanteri 413